Malam itu, malam yang sangat tidak
aku sangka. Kamu mengomentari tweetku! Selama ini, mana mungkin kamu men-stalk
twitterku, bahkan untuk membaca tweet-an yang aku tulis hanya
untukmu. Tapi malam itu? Fikiranku melayang, bertanya-tanya ada apa gerangan.
Kamu yang cuek padaku, seakan tak mempedulikanku, menyapaku. Senang dan sedihku
menjadi satu, kaget!
Hari demi hari, waktu demi waktu telah aku lewati. Susah memang di awal menerima kenyataan, jika kamu tak akan memperhatikanku lagi seperti dulu, sewaktu "KITA" menjadi satu. Namun aku segala upaya aku lakukan untuk mengalihkan kegundahan hati, memikirkan kamu sedang sibuk dengan duniamu dan tak ada waktu memperhatikan dunia lain misalnya. Sejam, sehari, seminggu, sebulan dan dua bulan. Aku bosan, lelah. Tapi entah mengapa aku selalu melakukan hal bodoh yang dapat mengingatkanku tentang semua. Men-stalk twittermu adalah kegiatan bodoh yang terus kulakukan. Sakit dan menyakitkan. Dan aku terus menerus melakukan. Aku memang tak pernah menangisi kepergianmu, tapi aku selalu "flashback" saat aku merindukanmu.
Aku yakin, kamu pasti menganggapku wanita bodoh, wanita yang terlalu bodoh. Masih stuck di masalalu, yang tak akan kembali. Yang jelas-jelas telah berlalu. Tapi ini masalah hati, aku tak mampu pungkiri. Aku hanya mampu menatapmu dari layar komputerku, aku hanya mampu menuangkan isi hati yang sangat-sangat merindukanmu melalui diary elektronikku; twitter, aku hanya mampu melihat kabarmu dari status facebookmu karna kamu telah memblockirku di twitter. Sedih tak bisa mengetahui kabarmu lebih rinci lagi, tapi ya sudahlah.
Entah sebabnya apa hingga kamu
memblockirku, mungkin kesalahanku sudah sangat besar padamu. Tapi sungguh aku
tak bermaksud untuk menyakitimu, aku hanya ingin kita seperti dulu. Aku kembali
bermimpi! Andai aku punya sinchan, pasti aku akan terhibur dengan tingkah laku
konyolnya. Andai aku punya sahabat seperti spongebob, pasti aku akan bahagia
dengan semua kebaikkannya. Dan andai aku punya kantong doraemon, pasti aku
meminta untuk men-skipkan lukisan kita jika aku tahu aku hanya
menyakitimu..
With missing someone,
Tiofanie Oliva Monica
Tidak ada komentar :
Posting Komentar