Untukmu,
yang selalu didalam pikiranku.
Apa kabar kamu yang selalu
ada didalam pikiranku? Baikkah? Puji Tuhan jika seperti itu. Apa kamu masih
sibuk dengan runitasmu, yang saat itu sering kali mengabaikanku? Bagaimana
dengan kesehatanmu? Masih sering kamu rasakan? Ingat kesehatanmu yaa, jangan
terlalu sibuk. Ingat denganku? Akulah wanita yang dulu kamu cintai. Wanita yang
sangat childish, yang tidak mengerti aktivitasmu. Apa sudah terlupakan? Apa
sudah ada penggantiku dihatimu? Maaf kalau aku banyak bertanya, aku hanya ingin
tahu keadaanmu saja kok. Aku bawel yaa? Maaf, karna selama ini aku hanya bisa
menjadi stalker sejatimu, tanpa berani langsung bertanya padamu.
Tingkah lakumu, tawamu, manyunnya
bibirmu, kaca matamu, perut buncitmu, dan segala sesuatu tentangmu masih jelas
teringat diingatan. Tak jarang air mataku tergenang dipelupuk mata, jika
selintas bayangmu terlewati. Yaap... aku menjadi wanita cengeng, yang hanya
terus menerus mengenangmu. Tak letih jemari tangan ini untuk menulis betapa aku
kehilangan sosokmu. Aku memang bodoh, mengharapkan sesuatu untuk kembali dan
melawan kehendak Sang Maha Agung, yang sudah terlihat jelas harus ada
perpisahan.
"perpisahan
yang sangat tidak aku inginkan, dimana aku mulai menyayangi sosok yang selalu
di dalam pikiranku".
Dan sekarang aku tak berharap untuk
kembali bersamamu, karna memang sesuatu yang telah menjadi dua, jika disambung
kembali tak akan sesempurna awalnya. Walaupun aku tak berharap, bukan berarti
aku melupakan kisah kita, bukan berarti aku gak nyesek mengingat
masalalu. Aku hanya seorang gadis kecil yang ingin keluar dari kepahitan,
melihat indahnya dunia tanpa perlu dihiasi ke-galau-an. Tapi aku takut
untuk mengejar cahaya kecil yang indah itu, aku takut dengan kenyataan.
"kenyataan
melihat lengkung senyum dibibirmu bukan karnaku, tapi karna dia yang menempati
hatimu"
Beruntungnya dia yang sekarang
berada di dalam dadamu itu. Pengganti diriku. Sekarang dia merasakan indahnya
kasih sayangmu, nyamannya saat bersamamu dan hangatnya saat menerima cintamu,
seperti dulu aku yang mendapatkannya. Aku cemburu? Jelas aku cemburu, karna aku
"belum" bisa melupakanmu. Sosok yang menghiasi 59hariku.
Ingat dengan pesan singkatmu, yang
kamu kirim sehari sebelum hari jadi kita satu bulan? Tepat pukul 18:22:21.
"Pacar
aku itu walau ndut walau pendek,
gatau
kenapa sayangnya itu susah banget buat pudar.
Pengennya selalu disisinya terus.
Cewek gua perfect banget daaah!:*"
Pengennya selalu disisinya terus.
Cewek gua perfect banget daaah!:*"
Dan pesan singkatmu, berupa puisi.
2hari setelah hari jadi kita. Rabu, 23 Mei 2012. Saat aku membuka mata pagi
itu, pertama yang ku cari adalah benda mati, yang berhasil membuatku cinta mati
padamu. 05:43:21.
"Tuhan,
terima kasihku kepadamu.
Telah kau ciptakan sebuah cahaya kecil nan manis.
yang mampu mencintaiku tulus apa adanya,
Telah kau ciptakan sebuah cahaya kecil nan manis.
yang mampu mencintaiku tulus apa adanya,
yang rela
mencintaiku,
yang rela
menerimaku dengan lapang dada :)
Tuhan,
terimakasih, karena
kau telah
ciptakan dia.
Jagalah
ia,
karna aku
tak sanggup melupakannya:*"
Sebenarnya aku menyimpan banyak
pesan darimu, tapi aku menghapusnya dan menyisihkan 2pesan singkat itu. Karna
aku takut semakin aku membaca, semakin sakit yang kurasa. Apa kamu ingat saat
pertama kali kita merayakannya? Kamu seperti tak ingin kehilanganku, kamu
sangat mencintaiku. Kamu berusaha memperjuangkanku didepan orangtuamu, terutama
wanita cantik yang melahirkanmu. Kamu merelakan badanmu merasakan sakit karna
hantaman benda dari mereka, kamu membiarkan dirimu dicaci mereka hanya demiku.
Aku sedih, aku terharu dan bahagia, semua bercampur-aduk. Karna aku tidak salah
pilih menempatkanmu secara instan dihatiku. Karna aku tidak menyesal,
menyia-nyiakan seseorang yang tulus menyayangiku demi kamu lebih mencintaiku.
Untukmu,
yang pernah menyayangiku.
Terimakasih untuk pengorbanan yang
telah kamu berikan untukku. Terimakasih untuk cinta yang hangat, terimakasih
untuk airmata dipipi, terimakasih untuk depok-cibubur. Aku akan menjalani
aktivitasku seperti biasa, men-stalk-mu setiap saat. Maaf telah menjadi
wanita lebay yang dulu sering mengganggu hari-harimu. Kini aku akan
memberanikan diri, berjalan menuju cahaya kecil yang indah itu dari gelapnya
ruang hampa ini.
"Terimakasih
telah menjadi guruku, guru yang memberi pelajaran sungguh berharga".
Jaga kesehatanmu! Jangan lupa dan
malas makan, aku tak mau kamu sakit apalagi sampai kurus, hehe. Jangan lupa
mandi, biar kamu gak bau lagi, hehe. Jangan lupa menyayangi dia, biar kamu
bahagia. Jangan lupa untuk tetap melengkungkan senyum dibibir dowermu itu,
karna aku ingin melihatnya.
Terimakasih sekali lagi untuk
semuanya, aku (masih) menyayangimu kamu.
Dari
si pengganggu hidupmu