Omongan
yang dulu sangat aku percaya
Omongan
manis yang membohongiku
Terlihat
jelas dimana kemunafikkan berada
Omongan
yang dulu kau bilang, "aku mencintaimu"
Omongan
yang kau bisikkan ditelingaku
Tampak
jelas semua bullshit,
Semua
omong kosong belaka!
Mengapa
kau tega membohongiku?
Membohongi
perasaanku bahkan perasaanmu?
Mengapa
tak kau bilang sejak awal?
Ini hanya
tipu dayamu untuk menipu hatiku?
Tak ku
sangka, kau yang pernah mengisi detik demi detik
Jam demi
jam bahkan hari demi hari yang ku punya,
Berbohong
dan menancapkan sebilah pisau hingga
menembus
hatiku dan berbekas.
Apa tak
pernah terlintas dihatimu ataupun pikiranmu,
betapa aku
mencintaimu, setulus hatiku?
Apa kau
hanya menginginkan harta?
Bukan
hatiku yang mencintaimu, apa adanya dirimu?
Hai
masalalu, yang telah melukaiku..
Tak pernah
aku berdoa untuk datangnya karma pada dirimu
Melainkan
kebahagiaan yang akan
menyelimuti
hari-harimu
Hai
masalalu, yang penuh kemunafikkan..
Tak pernah
terlintas dalam anganku untuk sesuatu
yang buruk
akan menimpamu
Hanya
terlintas keajaiban yang indah akan merubah hidupmu :')
Tidak ada komentar :
Posting Komentar